PEACH
Author: dessy chyminh
Main cast: Choi sulli|choi minho
Other cast: choiza | SM entertaiment
Genre: sad romance (oneshoot)
Terlahir menjadi bintang besar itu tidak
lah mudah. Hidup di dunia hiburan hingga menjadi orang terkenal itu seperti
hidup dalam penjara. Tuntutan pekerjaan yang harus di laksanakan tanpa cacat
dan cela, penampilan yang harus dijaga kesempurnaanya, lisan yang harus tetap
tertata rapi bijaksana, hingga sikap yang harus diperlihatan layaknya malaikat.
Padahal aku manusia biasa, sama seperti mereka. aku punya hak untuk menjalani
hidupku seperti mereka, apakah kalian akan kembali melemparku dengan kata “itu
resiko mu menjadi seorang artis terkenal”. Ya itu benar, ini memang resiko ku. ini pilihan yang ku ambil, ini keputusan
ku, dan ini resiko yang harus ku jalani. Memiliki banyak fans, menjadi idola
besar itu memang menyenangkan, mereka terus memuja ku. tapi pada fakta nya aku
tetap merasa terkekang, harus kah aku
berubah menjadi malaikat yang hidup tanpa salah sedikitpun. Tuhan menciptakan
manusia sebagai mahluk untuk saling menyumpurnakan, bukankah kalian juga punya
kekurangan. Berikan aku peluang untuk bahagia dan menikmati hidupku sebagai
manusia biasa.
“kenapa kau tidak memberikan penampilan sempurna di
panggung tadi? lihat orang2 diluar sana membicarakan mu, kau ingin
menghancurkan reputasi mu sebagai idol?” manager F(x) menegurku. Hanya karena
aku tidak memberikan penampilan sempurna pada penampilan lagu rum pum pum tadi.
hari ini memang melelahkan . badan ku terasa tidak fit, ditmabah lagi kemampuan
dance ku yang tak semahir member lain.
“mianae bujangnim... aku sedang tidak enak
badan”
“bukan itu alasan yang ingin ku dengar,
saat kau tampil dan menjadi bintang diatas panggung. orang2 di luar sana tidak
ada yang tau dan tidak mau tau bagaimana kondisi mu. seharusnya kau paham akan
itu, mereka hanya butuh penampilan sempurna dari idolnya bagaimanapun
kondisinya”
“araseo... sekali lagi aku minta maaf, aku
tau aku salah, aku minta maaf”
“sudahlah... aku tidak mau tau di lain
waktu ada lagi skandal2 sejenis ini yang
keluar. Belakangan ini banyak netizien
mengkritik mu, kau mau tidak laku lagi dipasaran. Tolong bekerja lah dengan
benar. karena nasib perusahaan ada pada penjualan kalian. 1 saja terlibat
masalah, maka pemasukan saham perusahaan akan berkurang” managerku itu kembali
berpetuah, jika menangis saat ini masalah pasti akan semakin bertambah. Dan
lagi2 aku memakai topeng palsu untuk menutupi kesedihan dengan sebuah senyum
saat2 seperti inilah aku benar2 merasa
rindu padanya, aku ingin ia memberiku kehangatan melalui pelukan sayang. Aku
ingin ia memberiku kekuatan melaui bahasa cinta yang menenangkan, aku ingin ia memberiku
kekuatan dengan berdiri disampingku sambil berkata “semua akan baik2 saja”.
Hahh... kenapa rasanya sakit sekali. Minho oppa... bisa kah kau meraskan rinduku ini?? benteng
penahan air mata sudah runtuh. cairan hangat itu kini terasa mengalir dipipi.
aku bosan, aku bosan dengan kehidupan yang lebih terkesan mengekang ku.
“sulli-ah.. kajjah ini sudah waktunya kita
kembali kedorm” leader f(x) yang sering kusapa sebagai eomma itu mengembalikan alam
sadarku . segera kuhapus jejak air mata yang masih memebekas
“ne eomma...” sautku singkat sembari
melangkah kemobil.
~AUTHOR~
“SULLI F(x) enggan menari diatas panggung”
Ini bukan kali pertama tindakan sulli
diatas panggung menoreh kritikian. Dulu sulli juga sempat dikritik setelah dia
menunjukan ekspresi kurang senang meskipun f(x) meraih posisi pertama di
program musik. Beberapa komentar negatif netizien seperti
1. “SULLI TAK MEMILIKI KEKUATAN DAN
KEMAUAN. DARIPADA TAMPAK GEMBIRA DAN TERUS BERSEMANGAT”
2. “KURASA SULLI TAK PANTAS MENJADI SEORANG IDOL. IA SELALU TERLIBAT
KONTROVERSI
3. “IA TERLIHAT SANGAT MALAS MENGGERAKAN BADANYA. TIDAK SEPERTI BAGAIMANA
LAYAKNYA IDOL”
“ada apa dengan nya? Apakah ia sakit? Berita
ini pasti membuatnya luka”
“aku dapat merasakan kesedihan mu saat ini.
maaf karna tak bisa memberikan perlindungan maksimal. Aku merasa sebagai namja paling jahat, berada jauh darimu disaat kau butuh seseorang
untuk bersandar. Pekerjaan ini tidak bisa di tinggalkan, drama baru ku harus
kejar jam tayang oktober mendatang. Aku percaya kau sangat kuat, kau bisa menghadapi
masalah ini dengan caramu. bagaimana pun keadaanya, percaya lah aku tetap
melindungimu” minho telah membaca berita itu melalui internet, ia sedang berada
dilokasi syuting pada sebuah rumah sakit swasta yang cukup terkenal di seoul.
Ya peran nya sebagai dokter harus membuat ia bekerja keras untuk dapat
berakting total.
~SULLI POV~
Aku butuh seseorangg untuk mengadu, aku
butuh seseorang untuk mendengar ceritaku, tapi siapa? Kepada victoria eonni?
Kurasa ia sibuk dan aku tidak mau waktunya terbuang hanya untuk mendengar keluh
kesah ku. lalu haruskah aku mengadu kepada luna eonni? Amber hyeong? Mereka
juga sibuk. Bagaimana dengan krystal? Ia juga sibuk dengan project drama
barunya. Heechul oppa, ia baru saja kembali dari dunia kemiliteran, jam
terbangnya pasti sangat banyak. Dan kepada minho oppa ... yatuhan rasanya aku
ingin menangis setiap kali menyebut nama itu. Ini sangat menyakitkan, dadaku
terasa sesak, rindu ini benar2 menyiksa. Hubungan kami sangat jauh akhir2 ini,
komunikasi pun sudah jarang. Dia namja ku, dia kekasihku, dia orang yang sangat
aku cintai. Kami berhubungan dan menjalin status sebagai pasangan sudah cukup
lama, sejak aku melakoni peran sebagai go jae hee dan mencintai kang tae joon
atlit lompat tinggi yang begitu tampan. kisah cinta itu benar2 menjadi nyata, kang tae
joon itu adalah minho oppa. choi minho yang begitu spesial dimataku, lantas
apakah dia merasakan rindu yang sama seperi riduku ini? Kenapa ia tidak juga
menghubungi ku. berpacaran hampir 1 tahun itu bukan waktu yang sebentar, sejak
juli lalu kami jarang sekali berkomunikasi. Bahkan dalam 1 bulan terakhir ini
ia tak memberi kabar, aku tau ia sibuk, aku tau ia sedang bekerja. Namun apakah
tidak ada lagi waktu hanya sekedar bertanya bagaimana keadaan ku? atau ia
menyampaikan bahwa ia baik-baik saja. Tidak adakah waktu untuk sekedar mengirim
ku pesan singkat, seperti kata I LOVE YOU, bogoshipo atau apapun itu untuk
memberi tau bahwa ia masih mencintaiku. Kenapa rasanya sakit sekali, kenapa aku
berada pada pihak yang menyedihkan. Aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi bintang
besar. Aku ingin menjalani hidup tenang
sama halnya dengan orang2 di luar sana. Namun mengertikah mereka akan itu? Hanya
kepada tuhan, kurasa ia teman mengadu
dan bersandar yang paling setia. Dan untuk doa ku malam ini
“tuhan tolong beri aku ketegaran”
“belakangan ini kau terlihat tak
bersemangat sulli-ah? Gwenchona?” ucap krystal disuatu pagi.
“gwenchona.... memangnya wajahku
mengkhawatirkan ya?” tanyaku sambil tersenyum
“em... kau bahkan terlihat tidak sehat.
Wajahmu semakin tirus. Badan mu semakin terlihat kurus. Seperti orang patah
hati”
“hahahah jeongmal? Aku terlihat kurus? Ini
berita baik padahal aku sedang tidak diet” kilahku dengan raut wajah bahagia,
tapi krystal malah menyipitkan mata.
“jangan terseyum seperti itu, kau semakin
terlihat menyimpan banyak masalah. Ada apa? Ceritalah padaku. Bukan kah kita
sahabat?”
“tidak ada.... apa yang perlu di ceritakan?
Aku baik baik saja. Oh bagaimana dengan drama mu, kau menjadi pasangan minhyuk
oppa kan? Jinja kalian terlihat begitu serasi” kali ini wajahnya berubah
bersemu. Sambil mencubit tangan kanan ku.
“appowww...” rintihku pelan sembari
mengusap bekas cubitanya
“jangan
menggodaku seperti itu, arra???”
“ah ne... mian telah membuatmu grogi”
“YAAAA....” krystal kembali menyerang, dan
tawa ku pecah seketika.
#SKIPP
iphone ku bergetar, terlihat pada layar
kaca itu terpampang nama minho oppa. darah ku berdesir hebat. Dengan jari
gemetaran ku sentuh layar OK. Iphone itu telah ku tempelkan ketelinga.
“yeobseyo ... chagiya...” sura berat itu.
Suara yang sangat aku rindukan. Tanpa di perintah air mataku tumpah seketika.
Aku diam, aku tidak menjawab sapanya. Rindu ini sudah membuncah hebat.
“sulli??” ucapnya lagi. aku masih diam
mengatur detak jantung yang telah berdebar kuat
“kau disanakan? Kenapa kau diam? Sulli?”
“....”
“kau menangis?? Chagiya....??” kurasa ia
mulai khawatir sekarang.
“pabo...” jawabku singkat dan tangisku
pecah saat itu juga.
“pabo.... minho pabo....” ucapku lagi kali
ini gantian ia yang terdiam.
“kenapa baru menghubungiku? Kenapa tidak
memberi kabar?”
“mian...nae, maafkan aku, aku sangat sibuk
sulli-ah maafkan aku”
“sesibuk itu kah? Mengirim pesan singkat
pun tak bisa? Apakah drama barumu jauh lebih berharga dari aku? Apakah lawan
main mu di drama itu lebih cantik dari aku? Katakan saja”
“yaaaaa.... apa yang kau katakan. Tidak ada
penghuni lain selain nama choi sulli di hati choi minho” jawabnya kesal atas
pertanyaan2 bodohku barusan.
“ Aku harus profesional, bukan kah kau yang
mengajarkan itu? Aku ingin mencari uang banyak agar bisa melamar mu dengan cara
istimewa di depan calon mertua ku nanti, untuk hidup kita dimasa depan. Percaya
lah pada ku sulli-ah, apa pun yang ku lakukan sekarang itu atas dasar cinta kepadamu.
Aku butuh semangat darimu, jangan bersedih apa lagi menangis . karena air
matamu itu sama harganya seperti darah dalam tubuhku” lanjutnya lagi dengan
suara berat yang begitu manly
“hiks... bogoshipo” hatiku terasa tenang
mendengar kata2nya barusan.
“na...do. rinduku lebih besar dari rindu
mu”
“bagaimana oppa tau? Rinduku yang lebih
besar” tukas ku dengan nada tegas
“aniya.... aku lebih merindukan mu” minho
oppa tak mau kalah
“aku... lebih lebih lebihhhhh merindukan
mu” kataku lagi
“aku lebihhhhhhhhh lebihhh
lebiiiiiiiiiiiiihhhhhh lebihhhhhhh merindukan mu” sautnya
“aku bilang rinduku yang lebih besar”
“baiklah baiklah... rindu choi minho dan
rindu choi sulli sama besarnya” ujarnya mengambil jalan tengah, aku tersenyum
dan mengangguk.
“begitu baru adil... sarangae, oppa jangan
terlalu lelah. Jaga kesehatan, karena kesehatan mu sama dengan detak jantungku.
Jika oppa tidak sehat maka jantungku akan berdetak sangat lambat”
“aigooooo.... pacarku sudah pandai
menggombal”
“ne... aku belajar banyak dari heechul
oppa”
“jangan terlalu dekat dengan nya, nanti aku
cemburu” ucapnya dengan nada seolah merajuk. Aku tersenyum. wajah dengan rahang
tegas itu pasti terlihat lucu sekarang.
“aniya.... heechul adalah oppa ku, dan
minho adalah hidupku. Saranghae....”
“nado sarangae chagiya muachhh...”
panggilan pun terputus, senyumku kembali mengembang setidaknya rindu ini
sedikit terobati.
~AUTHOR~
Hari demi hari berlalu, sulli kembali
menjalani rutinitasnya sebagai seorang idol besar. Ia tetap tersenyum di
hadapan fans, bagaimanapun kendala nya, bagaimanapun kritikan para antis yang
selalu menghujatnya habis2 an. Ini merupakan kelebihan yang sulli punya, tetap
tersenyum bagaimana dan seperti apa pun situasi yang ia hadapi. Komunikasinya
dengan minho kembali putus. sesekali mereka saling mengirim pesan namun sesudah
itu akan kembali seperti biasa.
Disaat sepi yang mulai melanda, sulli
berusaha mentuntaskan semua kewajibanya sebagai bintang. 2013 merupakan tahun2
sulit untuk sulli. pada sepi itu ia disadarkan oleh rongtone iphone pertanda
pesan masuk. Harap2 sipengirim minho namun ternayata bukan.
Sender: choizia
Tidak adakah yang bisa menghiburku?
Aku sedang sedih....
Sebuah pesan singkat dari choizia. Choizia
adalah seorang artis yang cukup terkenal di korea, ia bekerja pada lebel
perusahaan lain. hubungan nya dengan sulli cukup dekat, karena memang sulli
adalah sosok yang mau bergaul dengan siapapun, semua orang menyayanginya. tak
heran jika antis yeoja berparas cantik ini cukup banyak pula, mereka adalah
orang2 sirik yang tak terima idolnya dekat dengan sulli.
Sender: sulli
Wae? Apakah gaji mu belum dibayar oppa?
Balasan itu segera terkirim, dan tak
memakan waktu lama ringtone pesan sulli kembali terdengar. Balasan dari choizia
sudah datang kembali.
Sender:
choizia
Hahaha... ini lebih mengerikan dari belum
dibayarnya gajiku.
Hey apakah kau sedang sibuk?
Sender: sulli
Tidak ada, jamku sedang kosonng? Wae?
Sender: choizia
“ayo jalan dengan ku, kurasa kau juga lelah
dengan jadwal padatmu kan?
Bukankah kau juga sedang sibuk syuting
film”
Sender: sulli
“ne.... Lantas oppa ingin membawaku jalan
kemana? Apakah tidak berbahaya.
Belakangan ini paparazy kerap gencar
memburu berita dara bangsa2 idol seperti kita
Sulli kembali mengirim balasannya
Sender: choizia
“tenanglah aku tidak mengajak mu ketempat
ramai.
Sepertinya kau juga sedang suntuk. Kalau
begitu aku akan menjemputmu jam 7:00 p.m nanti”
Sender: sulli
“Baiklah”
Percakapan melaui pesan2 singkat itu pun
terputus. Sulli menyetujui ajakan choizia lelaki yang sudah berusia kepala 3
itu. Ia rasa ajakan namja yang bekerja di bawah naungan perusahaan amoeba
culture tersebut cukup menarik, barangkali rasa suntuk nya bisa berkurang. toh
ia sudah sangat jarang pergi keluar menikmati keindahan seoul seperti dulu.
#SKIPP
Sore telah bermetamorfosis menjadi malam,
sulli dan choizia tampak duduk santai disebuah warung bir kota seoul. Tempat
itu cukup ramai, namun tak ada yang curiga dengan mereka yang datang dan duduk
berdua tanpa penyamaran sedikitpun.
“minumlah... malam ini udaranya cukup
dingin kan?” choizia membuka suara sembari menyeruput segelas bir yang ada
dihadapanya saat ini.
“aku kurang suka bir...” jawab sulli sambil
tersenyum
“kau harus mencobanya, kadar alkohol bir
yang kupesan ini sangat sedikit. Aku tau kau masih terlalu muda untuk
mengkomsusi minuman seperti ini” jawab choizia lagi.
“kalau boleh tau, oppa sedih karena apa?
Sampai mengajak ku jalan malam”
“kau benar2 ingin tau ya” tanya choiza
“em...”
“aku baru saja putus dengan pacarku. 2
bulan lalu. Hari2 ku jadi berat sejak saat itu. Dan aku butuh teman setidaknya
agar rasa galau ini berkurang. Kau sendiri suntuk karena apa? Bukanya kau
berhubungan dengan minho” ujar choiza dengan tatapan mengintrogasi, tepat pada
waktu yang sama sulli tersedak karena saat itu ia tengah menyeruput birnya.
“uhukkk....uhukkk.... bagaimana oppa tau
aku dan minho oppa?”
“hahaha... aku lebih dulu lahir dari kalian, jadi jangan tanya kenapa aku bisa
tau. sering tak sengaja aku melihat
minho menatapmu dengan cara pandang yang berbeda pada ending sebuah program
musik”
“wah oppa sudah seperti stalker” jawab
sulli yang sukses mengundang tawa choiza.
“setelah ini kita kemana?” tanya namja
berkepala 3 itu
“terserah oppa saja....”
“pada pagi hari seoul akan terlihat sangat
cantik. ada sebuah tempat yang penghuninya sepi. Tempat itu sangat pas jika digunakan sebagai tempat penenang
pikiran? Kau ingin mengunjuginya?” tawar choiza
“sepertinya menarik. tapi kenapa harus
pagi?” tanya wanita pemiilik senyum menawan tersebut
“ya... orang di tempat itu menyebutnya kota
kedamaian, dan damai itu terasa begitu kental dipagi hari. Kau harus
melihatnya” sambung choiza lagi
“tapi akan sangat tidak mungkin jika besok
aku kembali jalan dengan mu oppa, dorm f(x) dari sini cukup jauh. Sudahlah kapan2
saja”
“di dekat apartemen ku ada sebuah
penginapan, lebih baik kau menginap disitu. besok pagi2 sekali aku menjemputmu.
Ayolah setidaknya ini menjadi kenangan manis. kau sudah ku anggap sebagai adik
kecilku sendiri” choiza kembali meyakinkan, kali ini sulli tampak menimbang
nimbang.
“aku tidak punya baju ganti”
“pakai saja baju itu lagi, kau tetap cantik
kok. setelah melihat kota itu nanti aku akan segera mengantar mu pulang”
“mmm... baiklah aku juga mulai penasaran
seperti apa tempatnya. Semoga saja setelah pulang dari tempat itu pikiran ku
kembali tenang” ucap sulli kemudian dengan nada persetujuan.
#SKIPP
Pagi telah datang suasana seoul kembali
disibukan dengan aktivitas2 penduduknya. Sulli dan choiza telah berada disebuah
tempat, sebuah kota yang memang benar2 terlihat sepi, udara kota itu menyegarkan.
Jauh dari polusi, sesekali semilir angin menampar halus rambut sebahu sulli.
“tempat ini nyaman kan?” tanya choiza
“ne... aku seolah menemukan tempat baru
untuk target kunjungan ku jika ada waktu luang nanti” jawab sulli sambil
menghirup navas dalam2, mencoba merilekskan otak nya yang kaku karena terus
berfikir.
“disebrang jalan sana ada sebuah gang
perumahan, ayo kita lihat seperti apa suasananya” ajak choiza lagi sembari
menarik tangan kecil sulli menyebrang. Namun sesaat kemudian ia melepas
genggaman itu lagi. sebuah kilatan terpancar dari jarak jauh, sulli menoleh
kesumber cahaya tersebut.
“cuaca terang kenapa ada kilat?” batinya
dalam hati.
“ya apa yang kau pikirkan, kajjah” choiza
kembali menarik tangan sulli dan memasuki gang yang cukup sepi.
“aigooo... aku tiba2 merindukan appa ku.
kau sudah seperti appa ku oppa” sembur sulli dengan nada mengejek.
“hahaha secara tidak langsung kau
mengatakan aku tua. Tapi itu memang benar”
“kalau begitu aku panggil kau choiza
ajjushi saja ne” sulli menyeringai
“ah nama yang bagus. Terserah mu saja
minho-shii” tukas choiza sambil bercanda
“minho-shii? Namaku sulli”
“ya...tapi suatu saat nanti kau kan akan
jadi nyonya choi minho. Menantu choi yun gyeom, pelatih sepak bola terkenal
itu” kata2 choiza tersebut sukses membuat sulli tersipu malu.
#SKIPP
Sulli telah kembali kedorm f(x), wajahnya
terlihat lebih segar. Mungkin benar ia kurang hiburan untuk sekedar menenangkan
pikiran. Dorm sangat sepi, member f(x) memang tidak pulang semalam. Mereka
sibuk dengan kegitanya masing2. Sulli menatap layar i-phone nya, menatap wajah
yang terpantul di layar itu. Wajah minho yang tengah melakukan aegyo.
“saranghae...” bisiknya kelayar iphone
tersebut.
Hari2 kembali seperti biasa, sulli mulai
sibuk dengan rutinitasnyya. Manggung bersama member f(x) di setiap ajang
program musik. Mulai sibuk syuting film pirates nya bersama aktor2 kondang yang
mengangkat tema bajak laut. Kesibukan sulli kali ini lebih terasa dari hari2
lalu. Namun seberusaha mungkin ia tetap tampil maksimal. Hingga pada suatu
hari, titik awal masalah besar itu kembali datang. “sulli-ah? Apakah kau benar
berkencan? Bujangnim memanggilmu”
~SULLI POV~
Amber hyeong menghubungiku? Kencan katanya?
Aku tidak mengerti. Perasaanku mendadak diselimuti khawatir. Apakah ada masalah
baru? Tanpa basa basi aku segera menuju perusahaan. Manager f(x) telah menunggu
ku.
“bagaimana bisa kau seceroboh itu sulli-ah?
Kau benar2 ingin menghancurkan reputasi mu? kau membuat masalah besar untuk SM.
Apakah kau tidak sadar tindakan mu ini mengundang fan war dari fans diluar
sana?? Kenapa kau melakukan tindakan bodoh seperti ini?” aku syok aku terkejut.
Managerku terlihat begitu marah? Disini telah berkumpul member f(x) lain mereka
menatap ku dengan sorot kasihan. Memangnya aku salah apa? Aku tidak tau skandal
apa lagi yang menimpaku kini.
“salahku apa bujangnim?” tanyaku takut2,
dengan raut wajah yang merah ia menyerahkan sebuah i-pad kehadapan ku. dan
tampak wajahku bersama pria dilayar itu, choiza oppa? yatuhan jadi ada yang
mengabadikan kebersamaan kami? Peristiwa
ini sudah lewat 4 hari yang lalu.
“MINUM BIR SULLI F(X)-CHOIZA HABISKAN
MALAM BERDUA”
Sulli dan choiza menghabiskan waktu
dengan minum bir bersama dimalam hari. Ssebelum esok paginya terlihat berjalan
sambil bergandengan tangan. Tak hanya itu, baju yang dipakai sulli dimalam hari
sama dengan apa yang dipakai ketika mereka berjalan bersama dipagi harinya.
Asumsi tersebar jika sulli choiza menghabiskan malam bersama dan berlanjut pagi
harinya
Mataku panas membaca kabar itu, masalah ini
lebih besar dan serius. Bagaimana dengan minho oppa? dia pasti sudah membaca
berita ini. apakah ia akan marah padaku.
Mereka hanya salah paham.
“bujangnim,,, aku memang jalan dengan
choiza oppa, tapi aku tak punya hubungan apapun denganya. Aku berani bersumpah,
kami hanya berteman biasa”
“kau bisa mengatakan seperti itu. Apakah
orang diluar sana percaya. Ini masalah serius sulli. kejadian beberapa waktu
silam kembali terulang dimana eunhyuk dan IU berfoto bersama. Kau lihat saat
itu pemasukan SM menurun 20% dan sekarang karena kecerobohan mu skandal sejenis
itu kembali terulang” kata itu benar2
menusuk perasaan ku. air mata ku tumpah seketika, eonnideul dan krystal
berusaha menenangkan ku dengan cara mereka. Yang aku takutkan bukan reputasi ku
sebagai idol, aku merasa bersalah jika karna hal ini banyak orang yang di
rugikan terutama f(x) Lantas bagaimana minho oppa, aku tidak mau ia salah paham
kepadaku. Aku tidak mau ia mengakhiri hubungan ini.
“kau tidak boleh kemana pun, dan jika kau
ingin pergi harus ada pengawalan langsung untuk mu. ini masalah serius, jangan
beri komentar apa pun kepada media. Aku akan menghubungi semua staff dan artis
SM. Sekarang pulanglah” perintah nya
lagi. aku menunduk lesu. kepala ku sudah sangat berat sekali, victoria dan luna
eonni menuntun ku pulang kembali kedorm.
“aku tau kau tidak salah... ini adalah
pelajaran untuk menguji mu menjadi lebih dewasa. Jangan menangis NE. kau pasti
bisa melewatinya” ucap vistoria eonni menenangkan ku.
~AUTHOR~
Semenjak peristiwa itu pengawasan terhadap
sulli benar2 ketat, hari ini adalah jadwal f(x) latihan dance di gedung SM.
Mereka berlatih separuh hari disana karena akan tampil di sebuah ajang musik
minggu yang akan datang. Waktu sudah cukup larut, gedung SM mulai sepi. Krystal
dan luna telah pulang lebih awal karena ada kegiatan lain yang menunggu mereka.
Victoria dan amber mulai bergegas untuk
kembali kedorm. Sementara sulli terus saja menari, bajunya telah penuh dengan
peluh.
“sulli-ah kajjah... ini sudah waktunya
kembali. Kau jangan terlalu memaksa tubuhmu untuk terus menari seperti itu,
nanti kau kelelahan” sulli menghentikan gerakan nya.
“ne eomma aku akan menyusul. tunggu saja
aku di mobil” ucap sulli dengan senyumnya. Victoria mengangguk, ia melangkah
bersama amber meninggalkan ruang latihan. Tinggalah sulli sendiri, ia bergegas
menyusun semua peralatanya. Sesaat setelah ia memegang iphone hatinya kembali
terasa sesak. “kenapa oppa tidak menghubungiku? Apa sudah tau semuanya? Apa
oppa marah” tanya nya dalam hati. Tak lama kemudian ia melangkah menuju pintu
keluar, begitu pintu dibuka gadis itu dikaget kan pada sesosok orang yang
berdiri dihadapanya dengan jaket kulit coklat. Perwakan tegap yang sangat ia
kenal.
“minho oppa....??” suara sulli bergetar, matanya
seketika memanas
“sampai kapan kau menyembunyikan semua ini
dariku?” tanya minho dengan tatapan tajam
“aku tidak menghianatimu oppa”
“aku tanya sampai kapan kau menyembunyikan
semua ini dariku? Sampai kapan kau berusaha kuat menghadapinya sendirian?
Sampai kapan kau diam dan memendam luka mu itu? Sampai kapan? Apakah aku sudah
tidak ada gunanya lagi? apakah semua masalahmu tidak berhak aku ketahui?” minho
terus menyerang sulli dengan kata2 nya yang terdengar datar namun tegas.
“jangan seperti ini. aku tidak mau wanitaku
terluka dan terus merasa sedih. Maaf karena tak datang pada waktu yang tepat”
lanjut minho dengan suara lembut. detik itu juga tangisan sulli pecah, ia
mengahambur kepelukan minho, menyandarkan kepala kedada bidang yang sangat ia
rindukan. Aroma tubuh maskulin yang tak pernah lagi ia hirup kini mulai
menerobos panca indra penciuman nya. Sulli memeluk minho dengan sangat erat,
begitu pula namja tersebut.
“aku tidak ada hubungan apapun dengan nya
oppa, kau harus percaya kami hanya sebatas teman” isak sulli dalam pelukan
minho. Namja itu tersenyum
“aku percaya, tanpa penjelasan yang kau
beri pun aku teap percaya, karena aku kenal siapa choi sulli ku” minho melepas
pelulkan nya perlahan. menatap langsung bola mata sulli dengan tatapan teduh.
Tanganya masih melingkar di pinggang yeoja cantik tersebut.
“jangan pernah memendamnya sendiri lagi...
kau harus berjanji padaku” ucap minho kemudian meletakan tangan sulli di dada
bidangnya.
“ karena disini.... didasar hati ini, akan
terasa sangat sakit jika melihat mu terluka dan menangis sendirian. Bukan kah
sudah ku katakan air matamu sama berharga nya dengan darah yang mengalir di
tubuhku” minho membelai rambut sebahu sulli
“lalu bagaimana dengan skandal itu oppa”
“jangan takut, kita hadapi bersama.
bagaimana pun keadaan dan situasinya, aku tetap mendampingimu. Aku tetap
melindungimu. Setelah ini tidak ada lagi komunikasi yang terputus, aku akan
terus bertanya mengenai dirimu. Percaya lah semua akan baik-baik saja. Choi
sulli sudah di sahkan menjadi takdir choi minho” ucap namja itu dengan tulus.
mengecup kening sulli dan kembali mendekapnya dengan pelukan hangat. Sulli
tersenyum... kekuatan merasuki tubuhnya tiba2.
“untuk doaku malam ini, jangan pernah
pisahkan kami seperti apapun kondisi dan keadaanya tuhan. Jadikan kami takdir yang
kau catat untuk kehidupan masa depan” gumamnya dalam hati dan semakin erat
memeluk minho.
~END~

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus